Penjelasan Singkat Tentang Signage Board

Signage board merupakan papan info yang sering Anda temui di jalanan, mall, toko, rumah sakit, museum dan tempat umum lainnya. Papan info ini memiliki ukuran yang variatif tergantung kebutuhannya. Selain itu desain dari papan ini juga bermacam-macam tergantung apa yang akan disampaikannya. Kadang berbentuk simbol, kadang juga dalam bentuk tulisan singkat maupun panjang. Namun untuk memahamkan audience dalam skala internasional, papan ini lebih banyak menggunakan simbol.

Signage Board

Tujuan utama dari papan info ini adalah untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan informasi tertentu kepada semua udience sehingga audience dapat mencerna sendiri informasi yang dimaksud.

Fungsi Signage Board

Signage pada dasarnya memiliki beberapa fungsi, diantaranya:

  1. Memberi informasi tentang arah, instruksi tertentu dan fasilitas layanan tertentu
  2. Menginterpretasikan dan menjelaskan papan informasi diorama di galeri, museum, rumah sakit dan lain-lain
  3. Mempromosikan produk/pelayanan tertentu atau toko tertentu. Biasanya papan jenis ini dipasang di depan bangunan toko tertentu sehingga calon pengunjung tahu keberadaan toko tertentu. Selain itu, fungsi papan ini juga dapat dijadikan bentuk promosi kegiatan yang sedang berlangsung.
  4. Navigasi untuk menunjukkan arah ke lokasi tertentu. Papan ini umumnya dipasang di jalanan atau di tempat umum untuk menunjukkan ke lokasi tertentu seperti fasilitas atau pelayanan di sebuah gedung.
  5. Sebagai peringatan. Papan ini umumnya dipasang di jalanan seperti peringatan tidak boleh parkir, hati-hati rawan kecelakaan dan masih banyak lagi.

 Standarisasi Pembuatan Signage

Dalam membuat dan menempatkan papan informasi, tidak dapat sembarangan karena bisa saja tidak terbaca sehingga informasi yang dituju tidak dapat tersampaikan dengan baik. Adapun standarisasi pembuatan dan penempatan signage digital adalah:

  1. Tulisan harus tetap terbaca. Papan yang baik adalah papan yang mudah dibaca dan dilihat walaupun hanya sekilas. Oleh karenanya baik desain maupun penempatannya harus tepat.
  2. Menggunakan kata sesedikit mungkin. Kata yang sedikit pada papan informasi lebih efektif dimengerti dibanding dengan kata-kata yang banyak karena lebih sulit terbaca dalam waktu sekilas.
  3. Desain papan menggunakan font yang tegas dan mudah dimengerti. Selain itu ukuran font harus disesuaikan dengan ukuran papan.
  4. Desain dengan menambahkan gambar atau grafis yang unik. Penambahan grafis yang unik pada signage board selain mampu menarik perhatian juga mudah diingat.
  5. Gunakan material unik dan mencolok. Tujuannya sama yaitu untuk mencuri perhatian sehingga mudah diingat.
  6. Warna yang tepat. Selain font, warna juga menjadi komponen yang penting untuk menarik perhatian dan memahamkan audience dalam sekilas. Gunakan warna backgorund yang berbeda dengan warna font. Pastikan kedua warna tersebut dapat ditangkap oleh mata normal maupun mata yang memiliki gangguan.

Itulah standarisasi penempatan dan pembuatan papan informasi. Adapun jenis-jenis papan ini banyak sekali ragamnya tergantung fungsi, lokasi dan ukurannya. Di antaranya:

  1. Banner sign. Sign ini umumnya terbuat dari kain atau plastik yang diikatkan di tembok atau tempat tinggi lainnya untuk memberitahukan sebuah kegiatan.
  2. Floor sign. Sign ini dipasang di lantai baik sebagai peringatan, petunjuk jalan maupun untuk menyampaikan informasi tertentu
  3. Roof sign. Sign ini dipasang di atap sebuah bangunan yang tujuannya untuk mempromosikan tempat tertentu atau untuk memberi peringatan tertentu kepada audience di jalanan.
  4. Wall sign. Sign ini dipasang di dinding interior untuk mempromosikan atau memberikan informasi tertentu.

Itulah jenis-jenis signage yang sering digunakan. Adapun harga papan ini sangat variatif tergantung ukuran, material dan fitur pelengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *